*PARE-PARE, NAR4SInews.com* – Selasa, 30 Juni 2026 – Awalnya hanya ada ego dan emosi. Dua pengendara sepeda motor N-Max dan Mio GT terlibat laka Lantas diLaccoling, Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki. Masing-masing bersikukuh merasa benar.
Namun sore itu berakhir berbeda. Tidak ada laporan, tidak ada persidangan. Yang ada hanya pelukan dan senyum lega.
Semua berawal dari satu tangan yang mengulurkan kesabaran: *Aipda Rahman*. Dengan pendekatan kekeluargaan, ia duduk bersama kedua belah pihak. Tanpa menggurui, ia menyampaikan fakta secara empiris, mengetuk hati dengan nalar, dan mengingatkan dengan nilai ketuhanan.
“Tak ada urusan yang beres jika saling ego. Semua ini terjadi atas kehendak-Nya. Kalau mau lanjut ke jalur hukum, kami fasilitasi. Tapi coba bayangkan, waktu habis, biaya keluar, pikiran tidak tenang. Padahal, yang paling penting: Alhamdulillah kita semua masih diberi keselamatan,” ucap Aipda Rahman dengan lembut kepada keduanya.
Kata-kata itu meruntuhkan tembok keras kepala. Ruang dialog terbuka. Saling menyalahkan berganti saling memahami.
“Jadi mari kita ambil hikmahnya. Mulai sekarang, lebih hati-hati di jalan. Nyawa dan keluarga menunggu kita di rumah,” pesan Aipda Rahman menutup mediasi.
Kedua pihak pun sepakat berdamai secara kekeluargaan. Mediasi ditutup dengan rangkulan hangat di Dalam Ruangan kerja Aipda Rahman, menjadi bukti bahwa hukum bisa ditegakkan tanpa harus melukai hati.
Karena di akhir cerita, yang menang bukanlah siapa yang benar. Melainkan kemanusiaan yang kembali menang.
Editor/Penulis: Tim Redaksi NAR4SInew.com